Booking.com
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Belajar menjadi Spiderman

Spiderman apakah ada?

Ternyata ada teman! Walau tidak bisa mengeluarkan cairan laba-laba tetapi kemampuan memanjatnya tidak kalah dibandingkan spiderman yang ada di film. Bahkan spiderman nyata ini barusan saja memanjat sebuah gedung tinggi di Indonesia.

Sebenarnya saya tidak membaca berita dan kisah spiderman hidup ini secara langsung tetapi ada teman yang menceritakan kisah menakjubkan petualangan spiderman nyata yang bernama Alain Robert

Berikut ini adalah kisah hidup ringkas dari si spiderman ini.
Sejak kecil Alain telah bercita-cita sebagai pemanjat dan mulai umur 12 dia memanjat gedung 8 lantai dan walau orang tuanya menentang, dia memiliki kemauan keras sehingga orang tuanya menyerah. Dia memiliki memotivasi untuk mengukur resiko dan mengatasi ketakutan dalam usahanya mencapai prestasi sebagai pemanjat solo terbaik. Perlu diketahui bahwa arti pemanjat solo ini bukan pemanjat seorang diri, tetapi pemanjat yang tidak menggunakan alat bantu sama sekali seperti tali.

Sebagai seorang pemanjat dia telah mengalami 2 kecelakaan serius, yang terutama adalah jatuh dari ketinggian 15 meter di mana kepalanya lah yang jatuh terlebih dahulu sehingga dia mengalami koma selama 5 hari dan banyak tulangnya patah. Efek samping dari kecelakaan ini adalah vertigo.
Tetapi setahun kemudian, Alain kembali memanjat tebing dan bahkan pulih sehingga dia menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Akhirnya pada tahun 1994, Alain mulai memanjat gedung pencakar langit pertamanya di Chicago sehingga dia sejak saat itu mulai dikenal sebagai seorang spiderman.

Pada tahun 1997 dia memanjat gedung tertinggi di Kuala Lumpur. Selama petualangannya memanjat gedung tinggi dia sering dipenjara karena sebagian besar dilakukan tanpa izin. Dan selama 8 tahun dia berhasil mendaki lebih dari 70 gedung pencakar langit dan monumen penting di dunia. 

Kutipan dari situs Alain Robert: "Sekarang, sebagai pemanjat solo dan sebagai pembicara yang tangguh, ini adalah pesan yang ingin saya sampaikan. Kita membatasi batas dari diri kita, tetapi kita sebenarnya cukup kuat untuk mencapai hal yang lebih tinggi lagi, untuk mencapai tujuan kita. Yang perlu kita lakukan adalah menemukan kekuatan tersebut dalam diri kita. Ketahui bagaimana cara mengembangkannya. Selamat datang di situs saya, biar saya membagikan cinta petualangan saya kepada Anda! Saya berpikir bahwa memang kadang iman dapat memindahkan gunung-gunung.."

Dalam perjuangan Alain sebagai seorang spiderman, dia telah mengalami banyak kecelakaan yang bahkan telah diputuskan oleh organisasi kesehatan nasional Perancis bahwa tubuhnya 60% tidak berfungsi normal tetapi dia akhirnya berhasil menorehkan prestasi sebagai pemanjat solo terbaik di dunia. Alain Robert berhasil mengatasi gedung pencakar langit bukan tanpa sakit atau kecelakaan, tetapi dia mengatasi dengan iman, kemauan dan perjuangan tanpa henti, demikian pula Anda pasti bisa mengatasi masalah yang seperti "gedung pencakar langit" yang mustahil untuk dipanjat tanpa alat bantu. Alain sudah berhasil menaklukan banyak gedung pencakar langit, bukan hanya satu, demikian pula Anda pasti bisa mengatasi banyak problem yang sepertinya mustahil untuk diatasi.

Percayalah, milikilah iman pada Tuhan yang merupakan kekuatan terbesar dan penakluk segala kemustahilan yang ada dalam diri Anda. Selain percaya, milikilah cita-cita dan tujuan hidup! Karena ini adalah sumber motivasi yang mendorong Anda mencapai garis akhir, tanpa tujuan dan cita-cita Anda tidak akan memiliki arah dalam kehidupan ini. Apabila belum memilikinya, carilah dan doakan supaya Tuhan memberikan suatu tujuan dan cita-cita yang sesuai dengan kehendakNya dalam hidup Anda.

Kisah Kepiting

Beberapa tahun yang lalu, kalau tidak salah tahun 2000, saya berkunjung ke kota Pontianak, teman saya disana mengajak saya memancing Kepiting.

Bagaimana cara memancing Kepiting?

Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, diujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil.

Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju Kepiting yang kami incar, kami mengganggu kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar Kepiting marah, dan kalau itu berhasil maka Kepiting itu akan 'menggigit' tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah.

Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala.
Kami celupkan Kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika Kepiting melepaskan gigitan dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati Kepiting Rebus yang sangat lezat.

Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil.

Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang,kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena MARAH.

Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka anda mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan anda.

BERKORBAN ITU INDAH

Musim hujan sudah berlangsung selama dua bulan sehingga di mana-mana pepohonan tampak menjadi hijau. Seekor ulat menyeruak di antara daun-daun hijau yang bergoyang-goyang diterpa angin.

"Apa kabar daun hijau!!!" katanya. 

Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang.
"Oo, kamu ulat. Badanmu kelihatan kecil dan kurus, mengapa?" tanya daun hijau.

"Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku. Bisakah engkau membantuku sobat?" kata ulat kecil.

"Tentu ... tentu ... mendekatlah ke mari."
Daun hijau berpikir, jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau, hanya saja aku akan kelihatan belobang-lobang, tapi tak apalah.

Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima kasih kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas di dalam diri daun hijau. Sekalipun tubuhnya kini berlobang di sana sini, namun ia bahagia bisa melakukan bagi ulat kecil yang lapar.

Tidak lama berselang ketika musim panas datang, daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ke tanah, disapu orang dan dibakar.

Apa yang terlalu berarti di dalam hidup kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama? Toh akhirnya semua yang ada akan binasa. Daun hijau yang baik mewakili orang-orang yang masih mempunyai "hati" bagi sesamanya.

Yang tidak menutup mata ketika melihat sesamanya dalam kesulitan. Yang tidak membelakangi dan seolah-olah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak minta tolong.

Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri. Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang tidak mudah, tetapi indah.

Ketika berkorban, diri kita sendiri menjadi seperti daun yang berlobang, namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita. Kita akan tetap hijau, Allah akan tetap memberkati dan memelihara kita.

Bagi "daun hijau", berkorban merupakan satu hal yang mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. Dia bahagia melihat sesamanya bisa tersenyum karena pengorbanan yang ia lakukan. Ia juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal sebagai daun hijau. Suatu hari ia akan kering dan jatuh.

Demikianlah hidup kita, hidup ini hanya sementara kemudian kita akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan baik: kasih, pengorbanan, pengertian, kesetiaan, kesabaran dan kerendahan hati.

Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membawa sukacita tersendiri bagi anda. Dalam banyak hal kita bisa berkorban.

Mendahulukan kepentingan sesama, melakukan sesuatu bagi mereka, memberikan apa yang kita punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yang bisa dilakukan.

( Elia Stories )

Kisah Bunga Putih

Ini adalah kisah sebuah bunga putih. Ia tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya ia adalah bunga yang terindah yang pernah tumbuh di antara tanah yang penuh dengan semak duri.

Ia tumbuh dengan indah di tengah semak-semak yang keheranan akan bentuk sang bunga putih yang berbeda dengan yang lainnya. Para semak duri lalu memandangnya dengan sinis dan tidak pernah memandang sang bunga putih dengan bersahabat, sehingga si bunga putih pun merasa bahwa ialah yang paling buruk karena ia memiliki bentuk yang paling berbeda di antara semak-semak duri tersebut.

Waktu pun berlalu, sang bunga putih tak pernah merasa bahagia.. bahkan ia sering bertanya kepada kupu-kupu yang senang bermain dengannya: "Mengapa aku harus tumbuh berbeda dengan yang lainnya? Mengapa aku terlihat begitu buruk dibandingkan yang lain ?"
Kupu-kupu menjawab: ”Kau tidak buruk, bunga putih. Hal yang membuatmu merasa buruk adalah karena dirimu terlihat berbeda dengan yang lainnya. Justru kau adalah bunga yang terindah yang pernah kutemui, bunga putih.”

Bunga putih pun terkejut :”Apa maksudmu, kupu-kupu ?”

Kupu-kupu lalu menjawab: "Tahukah dirimu, bunga putih.. bunga sepertimu adalah bunga yang cantik dan terindah, karena di tengah-tengah tanah yang penuh dengan semak duri kau tumbuh dengan anggunnya.. dan bahkan, bagiku kau adalah penolongku, karena ketika aku lapar, di tengah-tengah tempat yang sepertinya tidak ada harapan untuk mencari madu dari bunga, kau ada untuk menyediakan madu sehingga aku tidak kelaparan.. Bunga putih, bunga sepertimu yang tumbuh diantara semak duri sesungguhnya adalah bunga yang cantik dan terindah, karena kau menunjukkan bahwa masih ada harapan di tengah tanah yang penuh semak duri."

Bunga putih pun sadar,dan pada akhirnya ia bersyukur atas keadaan dirinya.

Terkadang kita seperti bunga putih diatas. Kita seringkali kecewa dan merasa buruk atau tertekan karena berbeda dengan orang lain yang berada di lingkungan sekitar kita.

Kita seringkali tak menyadari bahwa ketika kita berbeda dengan yang lainnya, Tuhan memiliki rencana yang besar di dalam hidup kita..yaitu untuk menjadikan hidup kita menjadi hidup yang memberikan harapan bagi orang lain yang membutuhkan,dan untuk menunjukkan bagi setiap orang, bahwa mimpi masih bisa terwujud di tengah dinginnya dunia, dan harapan masih ada meskipun sepertinya segala sesuatunya tidak dapat menjanjikan apa-apa.

Karena itu, yakinlah di dalam hatimu.. mungkin pada awalnya dirimu merasa tertekan karena berbeda dengan yang lainnya.. Namun, Tuhan tidak pernah melakukan kesalahan dalam mengatur dan menempatkan dirimu..karena Ia tahu, perbedaan yang ada pada dirimu adalah untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa harapan masih ada di dunia yang dingin seperti batu. Dan Ia memilihmu karena Ia mempunyai rencana yang besar di dalam hidupmu,yang tak pernah terpikirkan dalam benakmu..namun sudah dipersiapkan dengan luar biasa oleh Tuhan..

Karena itu, percayalah..bahwa apapun yang terjadi di dalam hidupmu..semuanya akan mendatangkan kebaikan dan harapan di dalam hidupmu dan juga hidup orang lain.. dan terlebih dari itu semua, percayalah bahwa apa yang Tuhan tetapkan di dalam hidupmu..pasti pada akhirnya semua hal itu akan menjadi indah pada waktuNya.


source: http://menatarohani.blogspot.com/2012/05/kisah-bunga-putih-artikel.html